Postingan

Kakakku sudah mati Saya bukanlah orang bodoh dan saya juga bukan orang sangat pintar. Tapi saya tau apa yang benar dan apa yang salah siapa yang berbohong dan siapa yang jujur.  Kisah ini tak lain seperti kisah buaya dan kerbau. Niat sang kerbau sangatlah mulia menolong buaya  malang yang tertindih kayu besar. Tapi sayang sang buaya yang tak kenal rasa terimakasih malah mengambil kesempatan itu pada  kerbau yang baik hati. Apalah nasib kerbau yang dalam cekeram si buaya. Mati termakan, tak tampak baik si kerbau oleh sibuaya.  Dari sini saya berfikir seolah perbuatan baik tak lah selalu di balas baik. Adakala baik di balas dengan penghianatan yang amat keji. Adalah kebaikan di balas dengan penghinaan yang amat hina dina yang termakan di anjing yang terhidu di babi. Tak jarang hati yang suci  dinista dengan air comberan yang amat busuk. Saudara sendiri malah jadi pelakunya. Kalau lah semua dah terjadi apa yang hendak di buat selain ikhlaskan saja apa yang te...
 2 Desember 2019  setelah hari AIDS sedunia  hidup  aku hampa bersama dengan masalah  yang ku tanggung  sering ku rujuk pada nasib yang lalu berulang pada ketidak bertuahanku bergelimang kehinaan dan berkawankan  lumut dan kaporit yang telah berhasil menghantarkanku pada jenjang ini hari  mulai tinggi menyenggol ubun-ubun padi meliuk-liuk  batangnnya di hembus angin kepedihan terasa, kebodohan terasa kehinaan hari ini lebih terasa uang bukanlah segalanya namun segalanya butuh uang  kesengasaraan sahabat terbaik para pejuang tapi tak ada pejuang yang bergelung bersama kesdihan meratapi segala kekurangan biar ku peluk erat- erat masa lalu biar ku telah empedu kepedihan biar ku berjalan pada siksaan seolah hidup adalah kutukan yang sulit untuk ku lepaskan Padang, 2 Desember 2019 

fenomena wartawan amplop

pembahasan etika regulasi penyiaran  PEMBAHASAN A.     FENOMENA WARTAWAN AMPLOP 1.          Pengertian wartawan amplop Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata ‘’amplop’’ tak hanya didefenisikan sebagai sampul surat, tapi juga uang sogok. [1] suap itu disebut amplop karena biasanya uang suap dimasukkan ke dalam amplop. Di kalangan jurnalistik, mereka yang menerima uang dengan cara yang baik-baik, tidak meminta-minta atau memeras biasanya disebut wartawan amplop. Sedangkan bagi wartawan yang suka mencari amplop dengan cara memaksa atau mengancam para narasumber biasanya disebut wartawan bodrek. Selama ini, kata amplop sudah dipahami secara umum sebagai pemberian dari narasumber kepada wartawan. Kata amplop sudah diasumsikan di dalamnya sudah ada isi uangnya. Tidak mungkin, amplop hanya sekedar amplop berwarna putih atau coklat tanpa ada isi uangnya. Dalam perkembangannya, pemberian narasumber kepada wartawan ...